Museum Batik
Pekalongan
Museum Batik Pekalongan
GEDUNG MUSEUM
Juli 2018
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
25 Juni 2018 26 Juni 2018 27 Juni 2018 28 Juni 2018 29 Juni 2018 30 Juni 2018 1 Juli 2018
2 Juli 2018 3 Juli 2018 4 Juli 2018 5 Juli 2018 6 Juli 2018 7 Juli 2018 8 Juli 2018
9 Juli 2018 10 Juli 2018 11 Juli 2018 12 Juli 2018 13 Juli 2018 14 Juli 2018 15 Juli 2018
16 Juli 2018 17 Juli 2018 18 Juli 2018 19 Juli 2018 20 Juli 2018 21 Juli 2018 22 Juli 2018
23 Juli 2018 24 Juli 2018 25 Juli 2018 26 Juli 2018 27 Juli 2018 28 Juli 2018 29 Juli 2018
30 Juli 2018 31 Juli 2018 1 Agustus 2018 2 Agustus 2018 3 Agustus 2018 4 Agustus 2018 5 Agustus 2018
Pada tanggal yang berwarna "HIJAU" ada jadwal kunjungan atau pelatihan, untuk lebih jelas coba klik tanggal yang berwarna "HIJAU"
Museum Batik Pekalongan

" Museum Batik Pekalongan berada di Jl. Jatayu No. 3 Kota pekalongan
, tepatnya di kawasan budaya Jatayu Pekalongan.

Telp : (0285) 431698

Fax : (0285) 423221

Email : Museum.batik@yahoo.com "

-- Selamat Berkunjung --

BATIK SUTRA

Benang sutra dari ulat sutra terdiri dari dua bagian, bagian luar disebut sericin dan bagian dalam disebut fibroin. Bila sutra sutra direbus dengan larutan sabun dengan konsentrasi dan waktu tertentu, maka sericin akan larut dan lepas dari bagian fibroin. Umumnya kain-kain sutra masih mengandung sedikit sericin, ini menyebabkan kalau sutra dibatik, diwarnai dan dilorod, akan sering terjadi warna menjadi berkurang, karena sericin yang telah berwarna tadi jika kena air panas akan larut.

Sutera termasuk golongan serat protein, sedangkan kain mori adalah cellulose. Sutra akan rusak (larut) dalam keadaan lingkungan asam dibawah pH 2.5 dan pada larutan alkali diatas pH 9.5 terutama alkali panas.

Syarat kain sutra sebagai bahan batik :

  1. Anyaman kain sebaiknya plat, seperti anyaman bahan katun untuk batik. Tetapi anyaman yang berbunga-bunga dapat juga dibatik. Pada umumnya kain sutra ditenun lebih halus dari pada kain primisima.
  2. Anyaman sebaiknya padat seperti anyaman pada kain prima-primisima, supaya tidak bergeser kalau kena tekanan atau tarikan.
  3. Lebar kain 105 cm untuk kain panjang, lebar 50 – 90 cm untuk selendang.

Sutra dapat dibatik, dicap, dilukis, seperti pada kain batik katun. Pengerjaan batik pada bahan katun semua dapat diterapkan pada bahan batik sutra, tetapi karena menghilangkan lilin untuk kain sutra agak khusus, maka sebaiknya penggunaan warna untuk sutra diambil warna yang mempunyai ketahanan yang baik, seperti naftol, rapid, indigosol, cat reaktip (remazol).

Dibandingkan dengan katu, sutra yang diwarnai naftol, ternyata pada sutra terdapat beberapa penyimpangan arah warna. Jika sutra diwarnai indigosol tidak terdapat perbedaan arah warna dengan katun, hanya terdapat perbedaan dalamnya atau tuanya warna. Sutra dengan warna remazol (cat reaktif) warna remazol brilian dan tidak luntur. Penggunaan cat reaktif bila ditambah matexil (pembasah) sebanyak 1-1 ½ cc/liter, terlihat lebih baik. Terhantung ketuaan warna, semakin tua warna, semakin sedikit penggunaan matexil.

Penggunaan lilin / malam dibuat khusus, supaya mudah lepas, jangan menggunakan bahan lilin yang sukar lepas seperti lilin bekas, paraffin kasar atau mata kucing. Gunakan lilin klowong dan lilin tembok untuk batik tulis halus, atau dibuat lilin untuk sutra.

Sutra dalam panas 140oC tidak rusak, mulai terjadi kerusakan pada temperature 170oC. Menghilangkan lilin batik pada kain katun sangat mudah, yaitu dengan cara me-lorod, pada kain sutra lilin mempunyai sifat melekat lebih kuat dari pada kain katun, jadi menghilangkan lilinnya ada cara khusus.

Dengan air panas ditambah soda abu (alkali) / waterglass. Air lorodan untuk sutera dengan soda abu akan menjadi alkali, harus diperhatikan tidak boleh pH 9.5. ini berarti pemakaian soda abu hanya sekitar 3-5 gram per liter air atau waterglass 5 gram/liter. Batik sutra dimasukkan ke air lorodan ini dengan perhitungan cepat diangkat. Dengan cara ini warna pada sutra akan menjadi agak berkurang. Dapat juga sebelum sutra dilorod batikan itu diuleni, diremas-remas, dengan larutan soda abu, barulah kemudian air lorodan yang sudah mendidih ditambah soda abu atau waterglass, diambil dan dituangkan di tempat ulenan sutra. Hal ini untuk menjaga agar sutra tidak rusak karena sifat sutra tidak tahan alkali dan tidak tahan panas.

Sumber : Samsi, Sri Soedewi. 2011. TEKNIK DAN RAGAM HIAS BATIK YOGYA & SOLO. Yogyakarta : Yayasan titian masa depan (Titian Foundation)