Museum Batik
Pekalongan
Museum Batik Pekalongan
GEDUNG MUSEUM
September 2018
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
27 Agustus 2018 28 Agustus 2018 29 Agustus 2018 30 Agustus 2018 31 Agustus 2018 1 September 2018 2 September 2018
3 September 2018 4 September 2018 5 September 2018 6 September 2018 7 September 2018 8 September 2018 9 September 2018
10 September 2018 11 September 2018 12 September 2018 13 September 2018 14 September 2018 15 September 2018 16 September 2018
17 September 2018 18 September 2018 19 September 2018 20 September 2018 21 September 2018 22 September 2018 23 September 2018
24 September 2018 25 September 2018 26 September 2018 27 September 2018 28 September 2018 29 September 2018 30 September 2018
Pada tanggal yang berwarna "HIJAU" ada jadwal kunjungan atau pelatihan, untuk lebih jelas coba klik tanggal yang berwarna "HIJAU"
Museum Batik Pekalongan

" Museum Batik Pekalongan berada di Jl. Jatayu No. 3 Kota pekalongan
, tepatnya di kawasan budaya Jatayu Pekalongan.

Telp : (0285) 431698

Fax : (0285) 423221

Email : Museum.batik@yahoo.com "

-- Selamat Berkunjung --

Jusuf Kalla: Pakai Batik Tingkatkan Ketahanan Energi

Kampanye penggunan batik di lingkungan pemerintah ternyata tak hanya untuk menumbuhkan kecintaan kepada produk-produk dalam negeri saja. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan, penggunaan batik juga bisa menghemat energi sehingga mewujudkan ketahanan energi.

Jusuf Kalla menjelaskan, penghematan energi merupakan cara paling mudah untuk menciptakan ketahanan energi. Pasalnya, penghematan energi tidak memerlukan investasi. Hanya membutuhkan kedisiplinan saja dalam penggunaan energi. “Jadi memang ketahanan energi paling bagus adalah penghematan,” kata Kalla, dalam sebuah seminar, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Kalla mengungkapkan, penghematan energi bisa dilakukan melalui gaya hidup, dengan mengatur penggunaan pakaian, seperti menggunakan batik. “kita pakai lampu led, pakai baju batik itu bisa berakibat kepada kebijakan penghematan energi,” ungkapnya.

Menurut kalla, dengan mengenakan batik maka suhu pendingin udara yang diperlukan dalam ruangan tak perlu rendah. Dengan cara tersebut listrik yang dibutuhkan pun juga tidak terlalu banyak.

Berbeda jika menggunakan setelah jas. karena cukup tebal, maka suhu pendingin udara pun harus di bawah 20 derajat celsius sehingga energi atau listrik yang dibutuhkan pun akan lebih banyak.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Sekretaris Negara (Setneg) menginstruksikan penghematan energi dengan menggunakan batik. “sekarang di Setneg AC tidak boleh di bawah 25 derajat celsius. Tidak ada pakai jas. jadi itu alasan kenapa kami sekarang pakai batik. Itu kebijakan penghematan energi, bukan mode itu, coba kalau Anda pakai jas pasti kepanasan,” tuturnya.

Selain menjalankan aturan teknis, secara jangka panjang pemerintah juga melakukan cara untuk mewujudkan ketahanan energi. Beberapa diantaranya adalah membangun tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM). Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan, saat ini cadangan strategis BBM Indonesia hanya cukup sampai 20 hari saja.

Dengan penambahan kilang tersebut, diharapkan cadangan strategis bisa meningkat 30 hari. “Bisa tidak terus menimbun sampai 30 hari syukur-syukur sampai 30 hari lagi,” ungkapnya.

Selain itu, PT Pertamina (Persero) juga akan berburu minyak dari luar negeri. Saat ini, Pertamina sedang fokus mengakusisi lapangan minyak di luar negeri. Langkah tersebut menjadi salah satu cara agar produksi minyak perusahaan tersebut bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Untuk mencari minyak di luar negeri, perseroan memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. namun hal tersebut bukan halangan. Saat ini mereka sudah menyiapkan dana yang berasal dari utang di dalam negeri. (Pew/Gdn)

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2213191/jusuf-kalla-pakai-batik-tingkatkan-ketahanan-energi