Museum Batik
Pekalongan
Museum Batik Pekalongan
GEDUNG MUSEUM
September 2018
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
27 Agustus 2018 28 Agustus 2018 29 Agustus 2018 30 Agustus 2018 31 Agustus 2018 1 September 2018 2 September 2018
3 September 2018 4 September 2018 5 September 2018 6 September 2018 7 September 2018 8 September 2018 9 September 2018
10 September 2018 11 September 2018 12 September 2018 13 September 2018 14 September 2018 15 September 2018 16 September 2018
17 September 2018 18 September 2018 19 September 2018 20 September 2018 21 September 2018 22 September 2018 23 September 2018
24 September 2018 25 September 2018 26 September 2018 27 September 2018 28 September 2018 29 September 2018 30 September 2018
Pada tanggal yang berwarna "HIJAU" ada jadwal kunjungan atau pelatihan, untuk lebih jelas coba klik tanggal yang berwarna "HIJAU"
Museum Batik Pekalongan

" Museum Batik Pekalongan berada di Jl. Jatayu No. 3 Kota pekalongan
, tepatnya di kawasan budaya Jatayu Pekalongan.

Telp : (0285) 431698

Fax : (0285) 423221

Email : Museum.batik@yahoo.com "

-- Selamat Berkunjung --

Cara Mencelup Batik dengan Zat Warna Naphtol

menurut Sewan Susanto di dalam buku Kumpulan Seni Warna Batik (1981: 15), cara mencelup batik dengan zat warna naphtol meliputi empat macam pekerjaan utama, yaitu :
1. Merendam kain di dalam larutan zar warna naphtol / Mencelup
2. Mengatuskan kain yang sudah dicelupkan
3. Membangkitkan warna dengan larutan garam-diazo
4. Mencuci / membilas kain yang sudah di celup

Maksud dari empat macam pekerjaan di atas sebagai berikut :

1. Merendam kain di dalam larutan zar warna naphtol / Mencelup

Kain direndam atau di celup dalam larutan Naphtol, dan selama direndam atau dicelup itu larutan Naphtol akan masuk kedalam kain ( pada bagian yang tidak tertutup oleh malam ). Supaya hasil pewarnaan itu rata pada seluruh bagian kain maka sebaiknya ada gerakan, misalnya diraba-raba dengan tangan. kain ditarik ulur seperti pada Klerekan.

2. Mengatuskan kain yang sudah dicelupkan

Setelah proses Mencelup selesai, kain digantung di tempat yang teduh agar air larutan yang terbawa oleh kain lepas dari kain. atau dengan kata lain yang terdapat pada kain hanya zat warna Naphtol yang benar-benar sudah masuk ke dalam kain saja.

3. Membangkitkan warna dengan larutan garam-diazo

Kain yang dicelup dan diatuskan, dimasukan kedalam larutan garam diazonium dalam keadaan terbuka dan segera jadi merata. Oleh karena reaksi pembangkit warna itu cepat, maka volume larutan pembangkit harus cukup dan komponen diazo harus lebih besar dari pada Naphtol yang dibangkitkan. pada pembangkitan pemakaian garam diazonium dua kali sampai tiga kali pemakaian Naphtol.

4. Mencuci / membilas kain yang sudah di celup

Pada celupan kain batik pencucian dilakukan segera setelah mecelup kain batik. Pencucian yang kedua terjadi bersamaan dengan pekerjaan melorod di mana kain dimasukan ke dalam air panas dengan penambahan soda as / soda abu. Sehingga pada pencelupan Naphtol kain batik tidak perlu ada pekerjaan mencuci menggunakan sabun.